BREAKING NEWS
IKLAN ATAS970×90320×50
Edukasi

PKKMB Unisa Kuningan 2026, Ilmu dan Moral Jadi Bekal Mahasiswa Baru

KUNINGAN | Voster.id.- Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan menempatkan ilmu dan moral sebagai bagian penting dalam pembekalan mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Sebanyak 513 mahasiswa baru mengikuti rangkaian PKKMB yang berlangsung selama tiga hari dengan mekanisme daring dan luring. Kegiatan tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan perguruan tinggi sebelum menjalani proses perkuliahan.

Rektor Unisa Kuningan, Dr. Nurul Iman Hima Imarullah, S.Ag., M.Si., mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan akademik. Menurutnya, ilmu perlu berjalan beriringan dengan moral sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Pengetahuan saja tidak cukup, sehingga di motonya ada knowledge kemudian diikuti dengan morality, untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujar Nurul saat ditemui usai kegiatan di halaman kampus Unisa Kuningan, Kamis (1/10/2026).

Ia menjelaskan, PKKMB tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga memberikan tambahan wawasan kepada mahasiswa baru, baik terkait akademik maupun pengetahuan lainnya.“PKKMB ini diikuti 513 peserta secara online dan offline. Kita satukan dalam tiga hari ini, diupayakan mereka mendapatkan tambahan pengetahuan sebagai mahasiswa baru, baik di bidang akademik maupun pengetahuan lainnya,” katanya.

Menurut Nurul, pembentukan mahasiswa juga diperkuat dengan keterampilan yang dapat diterapkan ketika mereka berada di tengah masyarakat. Unisa memberikan pembekalan seperti praktik ibadah, tilawah, memimpin doa hingga khutbah.“Semua jurusan, lulusan di kami itu harus memiliki kecakapan yang bisa diterima oleh masyarakat. Pelatihan-pelatihan seperti itu apa pun jurusannya di masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PKKMB Unisa Kuningan 2026/2027, Asep Nugraha, S.Pd.I., M.E., mengatakan PKKMB merupakan bagian penting dalam mengenalkan kehidupan perguruan tinggi kepada mahasiswa baru.Berbagai materi diberikan, mulai dari pengenalan perguruan tinggi, kehidupan berbangsa dan bernegara, hingga pengenalan terhadap pemangku kepentingan dan pejabat struktural di lingkungan Unisa Kuningan.

“PKKMB ini merupakan masa pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Di dalamnya akan diperkenalkan materi tentang perguruan tinggi, kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menjadi momentum pengenalan dengan seluruh stakeholder dan pejabat struktural,” ujar Asep dalam laporan kegiatan.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian PKKMB dilaksanakan dengan pendekatan humanis. Unisa memastikan tidak ada praktik perpeloncoan dalam kegiatan tersebut.

“Insyaallah pelaksanaannya berjalan secara humanis dan tidak ada perpeloncoan dalam bentuk apa pun,” katanya.

Selain pembekalan akademik dan moral, Unisa Kuningan juga menegaskan komitmennya terhadap pendidikan inklusif. Tahun ini, terdapat empat mahasiswa baru penyandang disabilitas yang diterima untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.

Nurul mengatakan pihak kampus bersama yayasan akan membantu mencarikan dukungan beasiswa bagi mahasiswa difabel yang belum memperoleh bantuan pendidikan. Saat ini, terdapat 14 mahasiswa penyandang disabilitas yang masih menempuh pendidikan di Unisa Kuningan.

Dari 513 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB, sekitar 71 orang tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses penetapan penerima beasiswa.

Nurul berharap mahasiswa baru dapat menyelesaikan pendidikan hingga akhir. Ia meminta mahasiswa tidak ragu berkomunikasi dengan pihak kampus apabila menghadapi kendala selama menjalani perkuliahan.

“Kami harapkan mereka bisa kuliah sampai akhir. Karena tanggung jawab kita bukan hanya mereka masuk, tapi bagaimana mereka mendapatkan apa yang mereka harapkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Unisa Kuningan juga mengarahkan pendidikan agar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Nurul menyebut lulusan sejumlah program studi, termasuk gizi, kesehatan masyarakat dan teknologi pangan, memiliki peluang terserap di berbagai sektor.Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, lulusan bidang gizi juga memiliki peluang bekerja di puskesmas. Sejumlah lulusan Unisa Kuningan bahkan telah bekerja di luar daerah, seperti Cianjur dan Tasikmalaya.

Melalui PKKMB 2026/2027, Unisa Kuningan berharap mahasiswa baru tidak hanya siap menjalani kehidupan akademik, tetapi juga memiliki moral, keterampilan dan kecakapan yang dapat menjadi bekal ketika terjun ke masyarakat.

./AS

Bagikan Artikel
Kategori: Edukasi