BREAKING NEWS
IKLAN ATAS970×90320×50
Edukasi

SDN 1 Cirendang dan Mahasiswa UNISA Kuningan Kolaborasi Lestarikan Seni Angklung

Voster. Id | KUNINGAN.- Seni angklung menjadi sarana bagi SDN 1 Cirendang untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Sunda sejak dini. Melalui pentas seni bertajuk “Ngamumule Budaya, Ngarumat Tradisi”, Kamis (29/10), para siswa menampilkan permainan angklung hasil kolaborasi dengan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan.

Mahasiswa PLP 2 UNISA Kuningan, Kholifah Nurpaidah yang akrab disapa Ipeh, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan kesenian tradisional kepada siswa melalui pembelajaran yang menyenangkan dan praktik secara langsung.

“Melalui kegiatan latihan dan pentas angklung ini, kami ingin mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Sunda sejak dini. Kami berharap anak-anak tidak hanya bisa memainkan angklung, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Penampilan angklung menjadi salah satu daya tarik dalam program rutin mingguan sekolah. Para siswa tampak antusias memainkan alat musik tradisional berbahan bambu tersebut, menyelaraskan nada demi nada hingga menghasilkan alunan musik yang harmonis di hadapan warga sekolah.

Kemampuan itu dikembangkan melalui latihan rutin bersama mahasiswa PLP 2 UNISA Kuningan. Pendampingan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah bakat seni sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal.

Kepala SDN 1 Cirendang, Euis Yuliani P., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kontribusi mahasiswa UNISA Kuningan dalam mendampingi siswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat, khususnya di bidang kesenian tradisional.

“Kami sangat mengapresiasi pendampingan mahasiswa PLP 2 UNISA Kuningan dalam mengenalkan dan melatih siswa memainkan angklung. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya Sunda sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitasnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengenalan budaya melalui praktik langsung menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap kesenian daerah. Dengan begitu, pelestarian budaya tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga diwujudkan dalam aktivitas pembelajaran di sekolah.

Selain mengasah keterampilan bermusik, permainan angklung juga mengajarkan nilai kedisiplinan, kekompakan, dan kerja sama. Setiap siswa perlu memainkan nada sesuai bagiannya agar menghasilkan harmoni yang selaras.

Melalui kegiatan “Ngamumule Budaya, Ngarumat Tradisi”, SDN 1 Cirendang bersama mahasiswa PLP 2 UNISA Kuningan berharap kesenian angklung semakin dikenal dan diminati generasi muda.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kearifan lokal serta kepedulian terhadap pelestarian budaya Sunda. (AS)

Bagikan Artikel
Kategori: Edukasi