BREAKING NEWS
IKLAN ATAS970×90320×50
Suara

Dua Kubu Beda Suara soal MBG, Pendopo Kuningan Jadi Pusat Perhatian

Voster. Id | KUNINGAN.- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pemicu perbedaan aspirasi di Kabupaten Kuningan. Dua kelompok massa dengan pandangan berseberangan menggelar aksi bersamaan di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Jalan Siliwangi, Senin (26/10). Salah satu isu utama yang mencuat dalam aksi tersebut adalah desakan audit terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kelompok pertama berasal dari LSM Frontal yang dipimpin Uha Juhana. Dengan membawa sekitar empat kendaraan roda empat, mereka menyuarakan kritik terhadap pelaksanaan program MBG sekaligus mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan mengevaluasi operasional dapur SPPG di Kuningan.

“Kami mendesak Bupati dan APH agar mengaudit dapur SPPG,” tegas Uha Juhana.

Frontal meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Desakan tersebut menjadi salah satu tuntutan yang disampaikan dalam aksi di depan pendopo.

Di lokasi yang sama, kelompok pendukung MBG turut menyampaikan aspirasi. Massa tersebut berasal dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila, sejumlah pegawai MBG, serta relawan pendukung program dan SPPG.

Koordinator lapangan kelompok pendukung, Budi Banten, menilai MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.

Menurut Budi, keberlangsungan program perlu dipertimbangkan dengan melihat manfaatnya bagi siswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menilai persoalan dalam pelaksanaan MBG sebaiknya menjadi bahan evaluasi tanpa mengabaikan tujuan pemenuhan gizi anak.

Budi juga menyebut partisipasi dalam program tersebut bersifat sukarela. Ia mendorong pihak yang tidak sepakat untuk menyampaikan keberatan melalui mekanisme resmi, termasuk jalur hukum yang tersedia.

Perbedaan sikap kedua kelompok itu memperlihatkan dua tuntutan yang mengemuka dalam pelaksanaan MBG di Kuningan. Frontal mendesak audit dan evaluasi terhadap dapur SPPG, sedangkan kelompok pendukung menekankan pentingnya program tersebut bagi pemenuhan gizi anak.

Aksi yang berlangsung di kawasan Pendopo Kabupaten Kuningan itu mendapat pengawalan personel TNI, Polri, dan Satpol PP. Berdasarkan pantauan di lokasi, situasi selama penyampaian aspirasi terpantau kondusif.

Desakan audit yang disuarakan Frontal menjadi salah satu persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi berwenang. Pemeriksaan secara transparan dan berbasis fakta diharapkan dapat menjawab tuntutan evaluasi sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan. (As)

Bagikan Artikel
Kategori: Suara