Dari Energi Terbarukan hingga AI dan Pangan Lokal, Fakultas Teknik UNISA Kuningan Siapkan Riset 2026–2030

KUNINGAN — Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan mulai menata arah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk lima tahun ke depan.
Melalui Road Map Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2026–2030, Fakultas Teknik tidak hanya memetakan tema riset masing-masing program studi, tetapi juga menyiapkan jalur pengembangan penelitian dari tahap eksplorasi hingga menghasilkan teknologi, prototipe, publikasi, paten dan penerapan di masyarakat.
Road map tersebut mencakup tiga program studi, yakni S1 Teknik Mesin, S1 Informatika dan S1 Teknologi Pangan.
Wakil Dekan Fakultas Teknik UNISA Kuningan, Kartika, S.Pd., M.Si., mengatakan penyusunan road map menjadi bagian penting dalam membangun arah penelitian yang lebih terencana.
“Kami ingin penelitian di Fakultas Teknik memiliki arah yang jelas, berkelanjutan dan memiliki manfaat yang dapat dirasakan. Jadi, penelitian tidak berhenti pada publikasi, tetapi bagaimana hasilnya bisa berkembang menjadi prototipe, teknologi, maupun solusi yang dapat diterapkan,” ujar Kartika.
Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini bukan hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga memastikan hasil penelitian memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia industri.
Teknik Mesin Bidik Energi dan Teknologi Tepat Guna
Pada Program Studi Teknik Mesin, arah penelitian difokuskan pada tiga bidang utama, yakni konversi energi, material dan teknik produksi.
Bidang konversi energi mencakup energi terbarukan, efisiensi energi, motor bakar dan biogas. Sementara pada bidang material, penelitian diarahkan pada komposit material lokal, sambungan las dan daur ulang material.
Adapun bidang teknik produksi menyasar optimasi pemesinan, pengembangan alat bantu produksi untuk UMKM dan bengkel, serta preventive maintenance.
Pengembangan riset Teknik Mesin juga dibuat bertahap. Tahun 2026 menjadi tahap identifikasi dan studi awal, dilanjutkan rancang bangun atau modifikasi pada 2027, uji kinerja pada 2028, optimasi dan evaluasi pada 2029, hingga publikasi dan penerapan pada 2030.
Pola tersebut menunjukkan bahwa Fakultas Teknik ingin membangun kesinambungan riset, sehingga penelitian yang dilakukan tidak terputus pada satu periode atau satu proyek saja.
Informatika Dorong AI hingga Keamanan Siber
Sementara itu, Program Studi Informatika menempatkan perkembangan teknologi digital sebagai salah satu fokus utama penelitian.
Ada empat kelompok tema yang dikembangkan, yaitu Artificial Intelligence dan Data Science; Cybersecurity dan Computer Networks; Software Engineering dan Information Systems; serta Ubiquitous Computing dan Emerging Technologies.
Ruang lingkupnya cukup luas, mulai dari machine learning, deep learning, natural language processing, computer vision, keamanan jaringan, IoT security dan kriptografi, hingga cloud computing, sistem pendukung keputusan, blockchain dan smart system.
Tahapan pengembangannya dimulai dari identifikasi dan eksplorasi pada 2026, pengembangan model atau prototipe pada 2027, uji dan validasi pada 2028, optimasi dan integrasi pada 2029, kemudian implementasi dan diseminasi pada 2030.
Targetnya tidak berhenti pada artikel ilmiah. Fakultas Teknik juga menargetkan lahirnya model AI/ML, dataset, aplikasi analitik, sistem keamanan, aplikasi, sistem pendukung keputusan hingga smart system dan teknologi IoT yang dapat diterapkan bersama mitra.
Pangan Lokal Jadi Kekuatan Riset
Di Program Studi Teknologi Pangan, potensi pangan lokal menjadi salah satu pijakan penting dalam pengembangan penelitian.
Lima pilar penelitian yang disiapkan meliputi umbi lokal, hortikultura, fermentasi, mutu dan keamanan pangan, serta limbah pangan.
Penelitian diarahkan pada diversifikasi dan modifikasi tepung, pati resisten, pangan fungsional, pengolahan pascapanen, fermentasi, mikroflora lokal, autentikasi pangan, umur simpan, smart packaging hingga pemanfaatan hasil samping dan konsep zero waste.
Road map Teknologi Pangan 2026–2030 juga disusun secara berjenjang. Mulai dari eksplorasi, isolasi dan karakterisasi pada 2026, modifikasi proses dan optimasi fermentasi pada 2027, formulasi produk pada 2028, pengembangan smart packaging dan evaluasi umur simpan pada 2029, hingga pemanfaatan limbah serta integrasi mutu dan keamanan pada 2030.
Target keluarannya pun semakin diarahkan pada produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Mulai dari database karakteristik pangan dan publikasi ilmiah, draf paten, prototipe produk, paten sederhana, hingga buku monograf atau bahan ajar dan konsolidasi tingkat kesiapterapan teknologi.
Kartika mengatakan, kekuatan penelitian Fakultas Teknik justru dapat muncul ketika keahlian dari tiga program studi tersebut saling terhubung.
“Kami melihat ada peluang besar untuk membangun penelitian lintas program studi. Teknik Mesin dapat mendukung teknologi dan peralatan, Informatika pada sistem digital dan kecerdasan buatan, sementara Teknologi Pangan mengembangkan aspek produk dan pengolahan. Kalau ini dikolaborasikan, tentu ruang inovasinya akan semakin luas,” katanya.
Tidak Berhenti di Kampus
Fokus pada hilirisasi menjadi salah satu pesan penting dalam road map FTEK.
Dalam dokumen tersebut, orientasi pengembangan penelitian dirumuskan mulai dari publikasi, prototipe atau paten, standardisasi, transfer teknologi hingga hilirisasi.
Untuk Teknologi Pangan, bahkan arah pengembangan dilanjutkan hingga 2035 melalui fase scaling-up, integrasi keberlanjutan dan hilirisasi. Tahap tersebut mencakup semi-pilot, biorefinery pangan, active dan edible packaging, standardisasi, transfer teknologi, lisensi HKI, kemitraan hingga pengembangan produk komersial.
“Yang ingin kami bangun adalah budaya penelitian yang menghasilkan sesuatu. Ada proses dari menemukan masalah, melakukan penelitian, menghasilkan inovasi, mengujinya, kemudian mencari ruang untuk diterapkan,” kata Kartika.
Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat dan potensi daerah dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan agenda penelitian Fakultas Teknik.
Dengan demikian, road map lima tahun FTEK UNISA Kuningan diarahkan bukan sekadar menjadi dokumen perencanaan akademik. Road map tersebut menjadi pijakan untuk mempertemukan riset, inovasi, teknologi, kebutuhan masyarakat dan peluang hilirisasi.
Pada akhirnya, perjalanan penelitian FTEK 2026–2030 diarahkan dari eksplorasi dan pengembangan menuju penerapan, hilirisasi dan dampak bagi masyarakat.
