BREAKING NEWS
IKLAN ATAS970×90320×50
Forum

Bukan Sekadar Ngopi, Enam Tahun Saung Kopi Hawwu Merawat Akar Budaya Sunda

Voster.Id | KUNINGAN – Enam tahun perjalanan Saung Kopi Hawwu tidak hanya ditandai dengan bertambahnya usia, tetapi juga konsistensi merawat nilai-nilai budaya Sunda. Memasuki Milangkala ke-6, Saung Kopi Hawwu kembali mengajak generasi muda untuk mengenal, menjaga, sekaligus membawa budaya Sunda mengikuti perkembangan zaman.


Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian Milangkala ke-6 Saung Kopi Hawwu yang digelar di Saung Kopi Hawwu, Jumat (25/9). Mengusung tema “Nu Ngora Nu Ngabuana”, kegiatan ini dikemas melalui agenda Mirun Hawu Ngasakeun Sangu dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.


Mulai dari pemerintah, komunitas budaya, seniman, budayawan, tokoh agama, hingga unsur TNI turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Owner Saung Kopi Hawwu, Dadan Aminudin Latif, mengatakan tema “Nu Ngora Nu Ngabuana” menjadi bagian dari komitmen Saung Kopi Hawwu untuk memastikan budaya Sunda tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, generasi muda boleh berkembang dan membawa budaya ke ruang yang lebih luas, tetapi harus tetap memiliki akar yang kuat.


“Generasi muda yang membawa budaya ke dunia luas tetap harus memiliki akar. Artinya, ketika generasi muda berkembang mengikuti zaman, mereka tetap harus berakar pada warisan budaya yang kita miliki,” ungkap Dadan.


Ia mengatakan perjalanan Saung Kopi Hawwu hingga memasuki usia enam tahun bukan tanpa tantangan. Berbagai dinamika dan rintangan harus dilalui dalam mengelola tempat yang sejak awal membawa misi untuk mengangkat nilai-nilai luhur budaya Sunda, khususnya budaya Kuningan.


“Perjalanan Saung Kopi Hawwu hingga tahun keenam ini tentu bukan perjalanan yang sebentar. Ada banyak lika-liku dan rintangan dalam menjalankan serta mengelola tempat ini,” katanya.


Komitmen tersebut tercermin dari tema yang diusung Saung Kopi Hawwu setiap tahun.


Pada Milangkala pertama tahun 2021, tema “Nu Ngora Nu Ngabudaya” menjadi pesan untuk melibatkan generasi muda dalam menjaga budaya. Tahun berikutnya, ketika pandemi Covid-19 masih berlangsung, Saung Kopi Hawwu mengangkat tema “Hibar Budaya”.


Memasuki tahun ketiga, tema “Nalikeun Tali Paranti Timbang Rasa Ku Nu Ngora” menekankan pentingnya generasi muda tetap berpegang pada tradisi dan nilai budaya.


Sementara tahun keempat mengusung “Napak Ngadeg Nanjer Waluya”, kemudian tahun kelima membawa tema “Nanjerkeun Kawaluyaan Panca Kabudayaan”.


“Setiap langkah yang kita lakukan tetap harus berkaitan dengan tradisi. Kita harus berpijak, berdiri, dan tetap berada dalam nilai-nilai kebaikan,” jelas Dadan.


Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan budaya yang dapat terus dikembangkan. Karena itu, Saung Kopi Hawwu berupaya menjaga kolaborasi dengan komunitas budaya, pelaku seni, budayawan, para sesepuh dan masyarakat.

/AS

Bagikan Artikel
Kategori: Forum