Tahfidz Camp SEMUNCI, Cara Mahasiswa UNISA Bangun Generasi Qurani

Voster. Id | KUNINGAN. – Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan pelajar tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas. Dibutuhkan pembiasaan dan pendampingan agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dilakukan mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) SEMUNCI melalui kegiatan Tahfidz Camp di SMA Satu Cigugur.
Kegiatan yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan yang digagas mahasiswa PLP untuk mendorong peserta didik lebih dekat dengan Al-Qur’an, meningkatkan hafalan, sekaligus membangun karakter religius.
Program tersebut dipimpin Ahmmad Hidayat, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan. Pelaksanaannya bertepatan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII, sehingga penyesuaian kegiatan pembelajaran bagi peserta didik lainnya dimanfaatkan untuk menghadirkan aktivitas yang produktif dan bernilai positif.
Selama mengikuti Tahfidz Camp, para siswa mendapatkan pendampingan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari setoran hafalan Al-Qur’an, murajaah atau pengulangan hafalan, bimbingan tahfidz, hingga pembiasaan salat duha dan salat berjamaah.
Tidak hanya berfokus pada penambahan hafalan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, kemandirian, dan tanggung jawab. Para peserta dibiasakan mengatur waktu serta menjaga konsistensi dalam mengulang ayat-ayat yang telah dihafalkan.
Plt. Kepala SMA Satu Cigugur, Muhammad Muhtar, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif mahasiswa PLP SEMUNCI tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga harus diimbangi pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik.
“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya untuk membangun keseimbangan tersebut,” ungkapnya, Jumat (6/11).
Ia berharap Tahfidz Camp dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa. Terlebih, pembiasaan membaca Al-Qur’an dan menjalankan ibadah perlu terus dilakukan meskipun kegiatan tersebut telah berakhir.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Jaja Jamaludin, S.Pd. Ia menilai program tersebut menjadi salah satu langkah positif dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
“Peserta didik tidak hanya perlu memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus dibekali nilai-nilai moral dan spiritual. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin mencintai Al-Qur’an, bukan hanya mampu menghafalnya, tetapi juga membaca, menjaga, memahami, dan mengamalkan isinya,” tuturnya.
Dampak kegiatan tersebut turut dirasakan peserta. Salsabila Ayudila Putri, siswi kelas X.5, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti Tahfidz Camp. Meski demikian, ia mengakui proses menghafal dan menjaga hafalan memiliki tantangan tersendiri.
Salah satunya adalah kekhawatiran kehilangan hafalan yang telah dipelajari, terlebih ketika harus membagi waktu dengan tugas sekolah.
“Jujur, kadang ada rasa overthinking, takut hafalannya hilang lagi, atau merasa capek karena harus membagi waktu dengan tugas lain. Tapi, ketika setoran hafalan baru berjalan lancar, rasanya bahagia dan plong banget,” ungkap Salsabila.
Ia juga mengaku harus melawan rasa malas dan kantuk ketika melakukan murajaah. Namun, pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan dan konsistensi.
“Harapan paling besar saya adalah bisa menjaga hafalan ini sampai akhir hayat, bukan cuma hafal ketika mau setoran atau ujian saja. Semoga program ini juga bisa terus berlanjut sampai tahun depan,” tuturnya.
Mahasiswa PLP SEMUNCI berharap Tahfidz Camp dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya religius di SMA Satu Cigugur. Kebiasaan membaca Al-Qur’an, mengulang hafalan, serta menjalankan ibadah berjamaah diharapkan tidak berhenti setelah program selesai.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PLP SEMUNCI ingin mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya mampu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
(As)
