Berdasarkan Laporan Resmi Instagram BPBD Kuningan: 186 Bencana Terjadi Hingga 3 November, Longsor Mendominasi

voster.id — Dipantau dari akun Instagram resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, pihak BPBD merilis rekapitulasi data kebencanaan periode 1 Januari hingga 3 November 2026. Laporan resmi yang diperbarui per 4 November 2026 pukul 11.00 WIB tersebut mencatat sebanyak 186 kejadian bencana telah terjadi di wilayah Kabupaten Kuningan.
Dari unggahan infografis resmi tersebut, sebaran bencana tercatat meluas di 31 kecamatan dan berdampak pada 117 desa/kelurahan se-Kabupaten Kuningan. Bencana tanah longsor menjadi kejadian yang paling dominan di wilayah ini.
Berikut rincian jenis kejadian bencana berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan:
- Tanah longsor: 99 kejadian
- Cuaca ekstrem: 31 kejadian
- Bangunan ambruk: 16 kejadian
- Kebakaran rumah/bangunan: 14 kejadian
- Kebakaran hutan dan lahan: 10 kejadian
- Banjir: 6 kejadian
- Kekeringan: 5 kejadian
Dampak Manusia dan Pemukiman Warga
BPBD Kuningan juga melaporkan dampak sosial dan kerusakan pemukiman akibat 186 kejadian bencana tersebut. Dampak terhadap masyarakat meliputi 3 jiwa meninggal dunia, 1 jiwa hilang, 2 jiwa luka-luka, 13 jiwa mengungsi, serta 799 jiwa masuk dalam kategori menderita/terdampak.
Sementara itu, untuk sektor infrastruktur rumah tinggal, BPBD mencatat kerusakan sebagai berikut:
- Rusak berat: 40 unit
- Rusak sedang: 62 unit
- Rusak ringan: 287 unit
- Rumah terancam: 68 unit
- Rumah terendam: 165 unit
Seruan Kesiapsiagaan Musim Hujan 2026/2027
Melalui unggahan di media sosial resminya, BPBD Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa data ini menjadi pengingat bagi seluruh warga akan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bahaya.
Memasuki musim hujan 2026/2027, BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, serta cuaca ekstrem. Warga diminta aktif memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan segera melapor ke pihak berwenang apabila menemukan potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar. (voster.id/Red)
