BREAKING NEWS
IKLAN ATAS970×90320×50
Ekonomi

H Rokhmat Ardiyan Tantang Kader HMI Jadi Pengusaha Besar, Rebut Kekuatan Ekonomi

Voster.id | KUNINGAN – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, MM, mendorong kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk berani mengambil peran dalam menguasai kekuatan ekonomi nasional. Ia menantang generasi muda agar tidak hanya bercita-cita menjadi pekerja, tetapi mampu membangun usaha hingga melahirkan perusahaan besar.

Pesan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa HRA itu saat menjadi pemateri dalam kegiatan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Kuningan 2026 di Aula Diklat BKPSDM Kuningan, Sabtu (7/11).

Kegiatan yang berlangsung pada 6-12 November 2026 tersebut menjadi ruang pengembangan kapasitas dan wawasan kader HMI. Dalam kesempatan itu, HRA menekankan pentingnya membangun mental kewirausahaan agar generasi muda mampu menjadi pelaku utama dalam perekonomian.

Untuk membangkitkan semangat peserta, HRA mencontohkan besarnya potensi ekonomi dari sektor perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, pengelolaan usaha dalam skala besar dapat menghasilkan nilai ekonomi yang luar biasa.

“Kalau satu hektare sawit, ya, punya satu juta hektare. Satu hektare itu dapat Rp4 juta, kali satu juta hektare. Satu juta hektare berarti Rp4 triliun per bulan. Dan itu harus direbut oleh anak-anak HMI,” serunya yang disambut antusias peserta.

HRA bahkan menantang kader HMI untuk berani bermimpi menjadi pengusaha besar dan membangun perusahaan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Ia menyebut sejumlah pengusaha sukses Indonesia, seperti Chairul Tanjung, Haji Isam, dan Sandiaga Uno, sebagai contoh sosok yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Menurutnya, peluang menjadi pengusaha semakin terbuka seiring perkembangan teknologi dan perubahan peta ekonomi dunia. Karena itu, kader HMI harus memiliki keberanian mengambil peluang, melek teknologi, serta mampu membaca perkembangan bisnis dan investasi.

HRA juga menyoroti besarnya pengaruh perusahaan teknologi digital dan lembaga pengelola investasi terhadap perekonomian. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa kekuatan ekonomi tidak lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga inovasi, teknologi, dan kemampuan mengelola modal.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, dan semangat kebangsaan.

“Yang dibutuhkan hari ini, anak-anak HMI harus jadi pengusaha. Pengusaha yang berintegritas, pengusaha yang punya loyalitas dan hatinya HMI merah putih. Siap? Siap! Rebut ya ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, HRA mengatakan bahwa menjadi pengusaha memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat. Selain membangun kemandirian ekonomi, dunia usaha juga membuka peluang menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia pun mengingatkan para peserta agar tidak hanya memiliki mimpi besar tanpa keberanian untuk memulai. Menurutnya, kesuksesan dalam berwirausaha harus dibangun melalui proses dan langkah nyata, meskipun dimulai dari usaha berskala kecil.

“Jadi, ini penting sekali kalian harus mimpi menjadi pengusaha. Siap jadi pengusaha? Mulai dari yang terkecil dulu,” pungkasnya.
(As)

Bagikan Artikel
Kategori: Ekonomi